#

Pondok Pesantren Insan Cita Indonesia

Rekrutmen Santri

Dalam melakukan rekrutmen santri, PPICI menerapkan empat tahapan. Pertama, pengisian form pendafaran yang dilakukan secara online melalui website resmi PPICI. Kedua, menjawab dafar pertanyaan post-test yang terdapat di website resmi PPICI. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui hasil self-evaluation para calon santri terkait kemampuan dasar masing-masing di empat bidang berikut: 1) kemampuan membaca Al-Quran, 2) jumlah hapalan Surah dalam Al-Quran, 3) kemampuan Bahasa Arab, dan 4) kemampuan di bidang nahwu.

Ketiga, melakukan placement test di tempat yang ditentukan oleh PPICI. Placement test ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakat alami para calon santri apakah kemampuannya adalah menghapal (memorizing), mengalisis (analyzing), dan atau berkreativitas (creativity). Hasil dari placement test ini akan dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi para calon santri untuk memilih kelas keberminatan.

Keempat, melakukan tes wawancara. Wawancara ini dilakukan sebagai bentuk validasi atas hasil post test sebelumnya. Dalam wawancara ini calon santri akan diuji sesuai dengan jawaban mereka pada post test awal. Kalau mereka menjawab membaca Al-Quran dengan fashíh, maka pada saat wawancara mereka akan dites langsung membaca Al-Quran. Demikian juga dengan tiga kemampuan lainnya (hapalan Surah, kemampuan Bahasa Arab, dan nahwu). Kelima, menandatangani pakta integritas sebagai bukti manifest kesiapan santri.

# #

"Pesantren bukanlah museum purba, tempat benda-benda unik dan kuno disimpan dan dilestarikan. Ia juga bukan penjara, di mana setiap tindakan dan pikiran dikontrol serta dikendalikan habis-habisan. Pesantren adalah sebentuk ruang “laboratorium”, di mana setiap pemikiran dikaji dan diuji ulang."

- Abdul A’la, pengasuh Ponpes. Annuqayah, Sumenep